International Conference of Health Polytechnic Surabaya, Seminar Nasional Kesehatan 2015

Font Size: 
KEJADIAN EKSTRAVASASI PASIEN KANKER YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI DI POLI ONKOLOGI SATU ATAP (POSA) RSUD DR SOETOMO SURABAYA
Padoli ., Mamiek ., Enung Mardiyana H

Last modified: 2017-07-28

Abstract


Infiltrasi dan ekstravasasi merupakan resiko pemberian terapi intravena termasuk
kebocorsn larutan ke dalam jaringan sekelilingnya. Meskipun bukan komplikasi yang sering,
namun ekstravasasi obat dapat menyebabkan kerusakan jaringan lokal yang serius yang mengarah
pada rawat inap yang lebih lama, peningkatan morbiditas dan peningkatan pembiayaan sehingga
tenaga profesional termasuk perawat harus menyadari untuk pencegahannya. Tujuan penelitian ini
adalah mengidentifikasi kejadian ekstravasasi akibat pemberian kemoterapi intravena berdasarkan
frekuensi kemoterapi, jenis obat kemoterapi, dan stadium kanker. Jenis penelitian ini adalah
deskripsi pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi intravena di Poli
Onkologi Satu Atap (POSA) RSUD Dr Soetomo Surabaya. 142 pasien yang sedang menjalani
kemoterapi diobservasi terhadap gejala ekstravasi, frekuensi kemoterapi, jenis obat, dan stadium
kanker. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ekstravasasi kemoterapi 2,11%, hampir
seluruhnya (94,4%)  adalah kombinasi cyclofosfamid, adryamicin dan 5-flourouracil (CAF), dan
sebagian kecil (4,9) kombinasi cyclofosfamid, Epirubicin dan 5-flourouracil (CEF); dan pasien
yang mengalami ekstravasasi selama kemoterapi adalah pasien  yang menjalani kemoterapi lebih
dari  4 kali,  kombinasi  obat vesicant dan pada pasien  postoperasi payudara. Kesimpulan : faktor
resiko yang mempengaruhi kejadian ekstravasasi jenis adalah kombinasi obat vesican, frekuensi
kemoterapi dan kondisi postmastectomy.  
Key Words :  Kemoterapi, ekstravasasi

Full Text: PDF