International Conference of Health Polytechnic Surabaya, Seminar Nasional Kesehatan 2015

Font Size: 
Kemampuan Adaptasi Fisiologis Pasien Yang Menjalani Hemodialisis
Laily Isroin

Last modified: 2017-07-28

Abstract


Pasien yang menjalani hemodialisis menghadapi banyak stressor terutama masalah fisik
akibat kegagalan fungsi ginjal. Masalah tersebut sering melemahkan kemampuan adaptasi pasien.
Roy memandang sistem adaptasi fisiologis seseorang dalam menghadapi stimulus oksigenasi,
aktifitas, nutrisi, cairan, proteksi dan sensori.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan adaptasi pasien yang menjalani
terapi hemodialisis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ponorogo, dengan populasi terjangkau
seluruh pasien yang menjalani program terapi hemodialisis di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.
Sampel representatif sejumlah 100 pasien hemodialisis diambil secara Purposive.   
Desain analitik Crosssectional dilakukan untuk mengukur kemampuan adaptasi fisiologis,
konsep diri, interdepensi, dan fungsi peran.  Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh antara 2 variabel berbentuk nominal adalah Chi Square (χ2). Tabel 2x2
digunakan untuk  menghitung Ratio Prevalens dengan confidence interval (CI) 95%. Sedangkan
uji statistik hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kemampuan adaptasi dengan ttest.

Hasil studi menemukan bahwa berdasarkan model adaptasi Roy pasien yeng menjalani
hemodialiasis sebagian besar maladaptif terhadap kebutuhan nutrisi (74%), cairan (54%) dan
sensori (66%), namun pasien adaptif terhadap stresor fisiologis (64%). Pendidikan ada hubungan
dengan kemampuan adaptasi pasien terhadap stressor cairan (p=0,027). Pekerjaan juga ada
hubungan dengan stresor nutrisi (p=0,019) dan cairan (0,024). Peneltian ini merekommendasikan
untuk penelitian lebih lanjut terkait dengan mekanisme koping yang digunakan oleh pasien yang
menjalani hemodialisis dalam menghadapi stresor.

Kata Kunci : Adaptasi, Hemodialisis,Fisiologis, Nutrisi, Cairan, Pendidikan,Pekerjaan

Full Text: PDF